Kecewa~
Pada hari itu, kau berkata padaku akan memberikan sebuah kado untuk pacarmu... Sungguh, entah kenapa? aku sangat gembira... Aku memberi tahumu hadiah apa yang sangat dia inginkan, lalu kau meminta tolong padaku untuk mencarikan hadiah tersebut...
Keesokan harinya, Aku sangat bersemangat mencari hadiah itu... Kucari terus kucari... tak satupun kutemukan hadiah tersebut semua toko yang ada di kota ini... Hingga aku ingat, ada sebuah toko dekat sekolah yang menjual berbagai hadiah(gift shop), kudatagi toko tersebut lalu kucari hadiah yang diinginkan pacarmu... Kutanya pada penjaga gift shop tersebut tentang 'Music Box Crystal Ball' tersebut...
* "Permisi mbak, ada Music Box?"
** "Ada, tapi yang bentu yang crystal.."
* "Ya, emang itu yang saya cari..."
Kemudian penjaga gift shop tersebut mulai bejalan menuju kesebuah barisan Gift yang agak sensitif untuk didekati oleh anak-anak... Aku mulai tersenyum, aku senang sudah bisa menemukannya dan harganya pun lebih murah dari pada yang aku beli untuk adikku 3 tahun yang lalu. Setelah memilih, kemudian aku berkata pada penjaga gift shop tersebut.
* "Mbak, maaf ya. Untuk hari ini saya hanya lihat-lihat dulu, mungkin 2 atau 3 hari lagi saya akan kemri lagi.. ngga apa-apa kan ?"
** "Ya, ngga apa-apa". dengan seyuman sabar.
Kemudian aku mulai bejalan keluar dari Gift shop tersebut, lalu kuhubungi kamu dengan Hp. Tapi, aku tak memberi tahu toko tersebut, aku hanya memberi tahu harganya saja.
Mungkin kau bingung dengan apa yang aku lakukan. Mungkin alasan yang ada dipikiranmu adalah "karena kita sudah seperti keluarga yang berbeda Ayah dan berbeda Ibu". Bila kau berfikiran begitu, itu adalah pemikiran yang sangat salah, itu semua ku lakukan karena aku juga mencintai Dia. Aku terlambat mengungkapkan perasaanku waktu itu. Tapi, penyesalan selalu datang pada akhirnya, aku hanya sabar dan difikiranku hanya ada kata-kata yang menguatkan aku saat kulihat kau bersamanya. Ibarat Pepatah mengatakn, "Nasi telah menjadi Bubur".
Semua telah kulupakan, aku bahagia bila kulihat kau bahagia.
Setelah beberapa hari, aku berniat mengajakmu ke toko tersebut, dan kau pun menerima ajakkan ku. Karena pada hari itu sepeda motorku digunakan ayahku untuk pergi bekerja, aku memintamu untuk menjemputku. Dan kau berkata akan menjemputku. Lama, kata yang hanya ada dalam pikiranku. Hingga sore hari kutunggu, kau tak kunjung menjemputku. Dengan alasan banyak pekerjaan dan akan menjemputku esok harinya. Baiklah, aku menerima ajakanmu untuk esok harinya.
Esok harinya, aku mengirim sebuah sms padanya, dengan isi menanyakan kepastian jadi atau tidak untuk hari itu. Kau membalasnya "Ya jadi, sekarang aku jemput kamu ya?".
Kutunggu hingga siang hari, kau tak kunjung datang juga. Kembali kukirim sms ke Hp-mu, dan kau membalasnya, "Bentar, mau ngisi bensin terus ambil uang di ATM." Kutunggu lagi hingga hujan turun, dan di dalam benakku berkata, "Yasudahlah, hari ini sama seperti kemarin. Takkan kau menjemputku."
Sungguh Kecewa aku padamu, kau tak menepati yang semua kau katakan padaku.
Aku hanya ingin melihatnya bersamamu bahagia. Karena itulah aku sungguh bersemangat untuk menemanimu membeli hadiah tersebut.~
~KECEWA~


